ANGIN SAYONG BIROKRASI

ANGIN SAYONG BIROKRASI
MULAI BERHEMBUS

Oleh
H.Musa Shofiandy

Menurut penuturan orang tua kita dulu, Angin Sayong adalah angin yang berhembus ketika tanaman padi sudah mulai membesar dan tidak lama lagi akan mengeluarkan bulir bulir buah padi. Dan apabila Angin Sayong itu berhembus menandakan akan membawa berkah bagi petani, hasil panen padi para petani akan baik dan melimpah sesuai yang diharapkan. Berkah itulah yang seketika terbayang dalam otak ini ketika pagi hari Senin tanggal 25 Mei 2009, saya mendengar dan melihat 12 orang anggota kabinet “BARU” tingkat esselon II yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat (TGB.HM.Zainul Majdi,MA) pada hari dan tanggal 25 Mei 2009 itu.
Mutasi atau alih tugas yang dilakukan oleh Bapak Gubernur itu adalah merupakan mutasi ke tiga sejak beliau memimpin Bumi Gora Nusa Tenggara Barat.
Terbayangnya Angin Sayong itu, karena kami melihat bahwa mutasi ketiga ini, penempatan para Pejabat yang merupakan Kepala SKPD itu, agak beda dengan mutasi yang dilakukan sebelumnya artinya bahwa walaupun tidak seluruhnya penempatan para pejabat itu telah sesuai dengan tingkat kompetensi yang dimilikinya, tapi menurut pengamatan kami, sudah 90 persen dari ketentuan telah terpenuhi. Beberapa pejabat yang memang baru beberapa bulan dilantik (mutasi bulan Januari 2009) dan menempati satu jabatan tertentu, tapi juga digeser setelah dilakukan evaluasi, karena memang dalam mutasi sebelumnya penempatan pejabat tersebut sangat kental dengan nuansa KKN. Akibatnya beberapa kritikan tajam ditujukan kepada Bapak Gubernur. Gubernur kita yang satu ini, awalnya memang beliau memberikan kepercayaan kepada Baperjakat untuk menggodok mutasi, tapi rupanya dalam dua kali mutasi yang dilakukan, aturan dikesampingkan dan masalah subyektifitas yang banyak mempengaruhi penempatan pejabat. Rupanya Bapak Gubernur sudah tidak bisa menahan diri untuk segera melakukan evaluasi dengan membongkar beberapa posisi Kepala SKPD. dan mutasi yang ketiga ini menyentuh 12 Pejabat tingkat eselon II yakni :

NO NAMA JABATAN LAMA JABATAN BARU
1 2 3 4

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

H.KHAERUL MASHUL

SIROJUL MUNIR

H. JUNAIDI NAJAMUDIN

H.M. ZAINI.

H. JALAL

YACUB ABIDIN MT

L.KUSDIRMAN ANGGARAT

L. IMAM MALIKI

RIDWAN HIDAYAT

SUPARDI SUKANDAR

LALU MUZHAR

H.HAMZAH M AIN
Asisten Tata Praja

Kepala Kesbang Poldagri

Staf Ahli

Kabid di BPPKB. NTB.

Kepala BPM

Staf Ahli

Kepala Inspektorat

Non Job.

Kabid. Di Bakesbang Poldagri.

Kepala Dinas PU NTB.

Kepala BKD NTB.

Sekwan DPRD NTB
Sekwan DPRD NTB.

Asisten Tata Praja

Kepala Inspektorat NTB.

Kepala BKD.NTB.

Kepala Dinas PU.NTB.

Kepala BPM NTB.

Kepala Pelaksana Harian Bdn Narkotika
NTB

Sekretaris KORPRI NTB

Kepala Bakesbang Poldagri

Kepala Pelaksana Bdn Penaggulangan Bencana Prov.NTB

Staf Ahli

Staf Ahli.

Melihat penempatan para pejabat tersebut, nampak bahwa Bapak Gubernur tidak lagi diintervensi oleh orang lain (Wagub, Sekda,Kepala BKD dan orang-orang tertentu). Hal ini nampak dari digesernya beberapa orangnya Wagub, Kepala BKD serta Sekwan DPRD NTB, dan dijadikan staf ahli, sementara pejabat yang tadinya di staf ahlikan, kini diberikan lagi jabatan struktural.
Beberapa hari setelah pelaksanaan mutasi, penulis sempat ketemu dengan Kepala BKD yang baru dengan maksud untuk menggali dan mengetahui Visi dan Misi beliau dalam menata Birokrasi Pemerintrahan. Orangnya agak pendiam, jujur dan tidak neko-neko, karena memang beliau dibesarkan di pondok pesantren (diasuh oleh Umi Rauhun, Ibundanya Tuan Guru Bajang/Gubernur NTB). Dari perbincangan kami itu, beliau mengatakan bahwa yang akan diutamakan dalam penempatan pejabat strukturfal adalah dengan melihat latar belakang keahlian, kemampuan dan kemampuan (tingkat kompetensi) yang dimiliki masing-masing pejabat, karena memang itulah yang di instruksikan oleh Gubernur, tidak asal ditempatkan sesuai dengan selera seperti yang sudah-sudah.
Dari perbincangan singkat kami tersebut, sementara ini dapat penulis simpulkan bahwa, kalau saja apa yang disampaikan beliau itu akan direalisasikan dengan baik atas dasar kejujuran, keadilan dan kebenaran, maka Insya Allah masa pemerintahan “BARU” dibawah kendali Tuan Guru Bajang H. Zainul Majdi, MA. akan dapat mewujudkan Pemerintahan yang di Rahmati Allah Subhanahuwata’ala…. Amien.
Mohon Do’a restu…. sanak senamian……Demi nama baik Bangse Sasak………………………

Gumi Sasak, 01 Juni 2009.
Penulis,
Pemerhati Masalah
Sosial Kemasyarakatan