ramEnds

ems2
SEJARAH KELAHIRAN RAMEND

Oleh

DR.DRS.H.MUSA SHOFIANDY, SH.MM.
A. PENDAHULUAN.

Kala itu, tahun 1978 aku baru saja menyelesaikan kuliahku di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Mataram, Jadi aku memiliki waktu yang cukup luang untuk tinggal bersama keluargaku di kampong halaman tempat kelahiranku Mendana, Desa Selebung Ketangga KecamatanKeruak Kabupaten Lombok Timur. Satu kampong yang tergolong daerah terpencil di daerah kritis Lombok Selatan, wlaupun letak kampungku berada di pinggir jalan Negara jurusan Pancor-Keruak.
Namun, walaupun aku punya banyak waktu luang, aku tidak selamanya tinggal di kampung, tapi aku masih harus bolak balik ke Mataram, tempatku kulih dulu karena masa-masa itu aku harus menunggu panggilan dari Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, karena setiap lulusan APDN secara otomatis akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil karena APDN adalah merupakan lembaga pendidikan kedinasan milik Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia.
Ketika waktu-waktu itu, anak-anak kampung terutama kampungku Mendana masih bisa dihitung dengan jari anak-anak yang bersekolah terutama yang melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tingga. Jelasnya dari kampungku Mendana saat itu yang mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Cuma 3 (tiga) orang yang aku sendiri, Supardi dan Fihiruddin. Aku sendiri waktu itu kuliah di APDN Mataram, sementara dua orang yang masih keluargaku kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram. Sementara anak-anak dan remaja yang lainnya ada beberapa orang yang sedang mengikuti pendidikan di SLTA dan SLTP baik sekolah umum maupun sekolah agama.
Karena aku sudah menempuh pendidikan di perguruan Tinggi, dan sudah tergolong dewasa (umurku ketika itu 22 tahun, karena lahir tahun 1956 (10-11-1956), maka sedikit tidak pola pikirku sedikit sudah berubah dalam artian sudah bisa dan mampu untuk berfikir tentang masa kini dan masa depan. Aku mulai berfikir tentang kampungku yang masih jauh tertinggal, anak-anak dan remaja seusiaku waktu itu banyak yang tidak sekolah dan hanya membantu orang tua kerja disawah sebagai petani. Aku berfikir, kalau keadaan ini akan terus berlanjut, maka mustahil kampungku akan mengalami kemajuan seperti kampung dan atau daerah lainnya. Akupun mulai berfikir tentang hal ini, apa yang harus aku perbuat untuk kemajuan kampung dan daerahku. Gejolak pikiran seperti itu selalu muncul ketika aku berada di kampung, karena setiap aku pulang dan tinggal beberapa hari di kampung, kebanyakan aku ngumpul sama teman-teman di Masjid Nurul Falah Mendana, tidurpun selama itu, bahkan sejak aku SMP kebanyakan tidurnya di Masjid, apalagi setelah aku di SMA, setiap pulang kampung aku selalu tidur di Masjid bersama teman-teman, siang maupun malam.

Setelah lama pemikiranku tentang bagaimana aku harus berbuat agar kampungku maju dan berkembang, suatu malam, aku ingat waktu itu adalah awal bulan Rabiul Awal Tahun 1398 Hijriah, bulan kelahiran Nabi Besar Kita Muhammad SAW. ketika aku merebahkan badanku untuk tidur di Masjid, ditengah hayalanku muncul seketika satu isyarat bahwa untuk memajukan kampungku aku harus membuat suatu perkumpulan atau organisasi sebagai alat untuk mempersatukan niat dan tekad
kami terutama diantara teman-teman segenerasi, untuk sama-sama memajukan kampung, dan salah satu hal yang harus dilakukan adalah dengan memberikan semangat kepada teman-teman agar terus bersekolah dan melanjutkan pendidikannya, dan untuk bisa tercapai hal ini tentunya peran serta orang tua sangat penting dan menentukan.
Kilas buah pikiran ini aku sampaikan kepada teman-temanku bergaul dikampung, ketika aku ngumpul-ngumpul di Masjid Nurul Falah Mendana, dan yang pertama kali aku ajak bicara tentang hal ini adalah adik Supardi, karena boleh dibilang aku tidak pernah pisah sama dia. Di Mataram pun aku pernah aku satu kost dengannya, apalagi di kampung, aku selalu bersama dengannya disamping teman-teman lainnya, seperti Muh. Rajin (Amaq Rehanah), Abdul Hamid, Muh. Ali Fihiruddin, Kardim dan lainnya.
Diskusi tentang wacana inipun terus kami lakukan ketika kami sama-sama ngumpul di Masjid. Salah satu inti pokok yang terpikir waktu itu adalah apa nama perkumpulan (organisasi) itu dan bergerak dibidang apa saja ? Beberapa malam setelah tercetusnya pemikiran untuk membuat perkumpulan (organisasi) itu dan setelah aku diskusikan dengan teman-temanku, kembali pada suatu malam, kurang lebih sekitar jam 00.30 wita ketika aku merebahkan badan untuk tidur di Masjid Nurul Falah Mendana (sudah biasa aku dengan teman-teman, tidurnya pasti jauh malam, karena sebelum tidur aku dan teman-teman pasti ngobrol dan main-main dulu baru tidur, terkadang sudah tidurpun kami masih sempat saling ganggu, hingga untuk tidur nyenak pasti sudah larut malam), kembali terlintas dalam pikiranku bahwa perkumpulan (orgaanisasi) yang akan kami buat harus aku beri nama yang membawa dan melambangkan kampung halamanku “ Mendana”. Ku coba bolak balik pikiranku untuk mencari nama itu, dengan tetap berfikir nama Mendana walaupun harus disingkat, harus tetap ada untuk memberikan ingatan kepada kami dan masyarakat Mendana bahwa perkumpulan (organisasi) itu dibuat dan didirikan oleh anak-anak (putra-putri) Mendana. Karena waktu itu aku masih tergolong remaja, maka terlintas pemikiran untuk memberikan nama perkumpulan (organisasi) itu “Remaja Mendana” yang kemudian disingkat “RAMEND”. Esok harinya buah pemikiran itu pertama kali aku sampaikan kepada adik Supardi dan kemudian kepada teman-teman lainnya. Adik Supardi dan teman-teman lainnyapun setuju dengan nama itu. Berikut, karena dari awal aku hajatkan tujuan untuk membentuk perkumpulan (organisasi) itu adalah untuk memajukan kampung dan daerah, maka yang pertama kali harus mendapat perhatian adalah masalah pendidikan. Karena itu maka perkumpulan (organisasi) yang akan kami bentuk itu akan bergerak dibidang “pendidikan”, upaya-upaya yang harus dilakukan untuk memajukan pendidikan bagi anak-anak, putra-putri Mendana.
Diskusi tentang hal inipun terus aku lakukan dengan teman-teman setiap aku ngumpul di Masjid, dan setelah nama dan bergerak dibidang apa kami sepakati, langkah beriktut yang aku diskusikan adalah kapan kita akan bentuk dan resmikan berdirinya perkumpulan (organisasi) itu dan siapa-siapa yang akan kita undang.
Hal ini tidak panjang lebar kami diskusikan, karena aku berfikir, karena pemikiran dan gagasan itu muncul tepat pada awal bulan Rabiul Awal Tahun 1398 H. bulan kelahiran Nabi Besar kita Muhammad SAW. Nabi Allah yang telah membawa Ummat manusia ke jalan yang baik dan benar atas Rahmat Allah SWT Sang Pencipta Alam dengan segala isinya, maka akupun usulkan kepada teman-teman agar pertemuan untuk mendeklarasikan berdirinya perkumpulan (organisasi) itu dilakukan bertepatan dengan tanggal kelahiran Nabi kita Muhammad SAW. yakni tanggal 12 Rabiul Awal, dengan dasar pertimbangan, mudah-mudahan dengan terbentuknya organisasi itu pada tanggal 12 Rabiul Awal, akan memberikan makna dan barkah kepada kita, sejalan dengan semangat perjuangan Nabi Besar kita Muhammad SAW dalam mengemban amanah dari Allah SWT.

(Untuk sekedar dimaklumi oleh adik-adik generasi yang hidup dan berjuang setelah keberadaan generasi kami, bahwa di kampung kita Mendana, selama ini, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Yakni hari dan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tidak pernah dilakukan tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal, tapi pasti mundur, artinya peringatan Maulid Nabi dilakukan setelah tanggal 12 Rabiul Awal). Karena itulah maka, acara untuk mendeklarasikan berdirinya perkumpulan (organisasi) itu kami sepakati untuk dilakukan tepat tanggal 12 Rabiul Awal, malam hari dan bertempat di Masjid Nurul Falah Mendana, dengan mengundang semua pemuka masyarakat, pemuka agama dan seluruh orang tua (kepala keluarga) yang ada di Mendana.

B. PEMBENTUKAN “ RAMENDS”

Sesuai rencana yang telah kami sepakati bersama, maka pada hari Ahad (malam Senen) tanggal 12 Rabiul Awal 1398 H. bertepatan dengan hari Ahad tanggal 19 Februari 1978 M, pukul 20.00 Wita, bertempat di Masjid Nurul Falah Mendana, Desa Selebung Ketangga Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur, musyawarah pembentukan dan pendeklarasian berdirinya RAMEND kami langsungkan, dihadiri oleh semua remaja, tokoh masyarakat, tokoh agama, para orang tua (Kepala Keluarga) yang ada di Mendana.
Pertemuan dilakukan dengan semangat kekeluargaa, musyawarah dan mufakat, tidak dengan acara formal yang tersusun rapi. Pertemuan diawali dengan menjelaskan kepada semua hadirin maksud diadakannya pertemuan musyawarah tersebut. Secara panjang lebar aku sendiri yang menjelaskan, dasar pemikiran, maksud dan tujuan perlunya dibentuk sebuah perkumpulan (organisasi), seta manfaat yang dapat diperoleh/didapatkan bila perkumpulan (organisasi) itu telah ada, serta beberapa kegiatan yang akan dilakukan. Dalam penjelasan itu disampaikan pula bahwa organisasi yang akan dibentuk ini akan bergerak dibidang pendidikan, dalam artian bahwa organisasi ini akan berupaya maksimal agar anak-anak dan atau putra-putri dari keluarga yang ada di Mendana dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga pada akhirnya nanti akan membawa pengaruh positip terhadap pengembangan kemajuan kampung dan daerah kita. Setelah penjelasan selesai aku sampaikan, dilanjutkan dengan forum diskusi dan tanya jawab dengan musyawirin. Setelah acara diskusi dan tanya jawab selesai dan rupanya peserta musyawarah sangat antusias dan sangat setuju untuk membentuk perkumpulan (organisasi) tersebut. Berikut setelah ada kesepakatan semua musyawirin untuk membentuk organisasi tersebut, barulan aku jelaskan nama organisasi yang akan dibentuk, dengan mengatakan bahwa rencana saya dan teman-teman, organisasi itu akan kami beri nama “RAMEND” singkatan dari “Remaja Mendana”. Ketika nama itu aku sebut, berbagai pertanyaan, usul dan saran bermunculan. Masalah nama tidak terlalu banyak dipertanyakan, tapi justru kepanjangan dari singkatan itu yang banyak dipertanyakan, kenapa harus “Remaja Mendana” kenapa tidak “Putra Mendana” atau “Rakyat Mendana” atau “Masyarakat Mendana” dan lain sebagainya. Aku mencoba sedikt menjelaskan, kenapa Ramend itu merupakan singkatan dari Remaja Mendana, karena yang menggagas dan membentuknya adalah para “Remaja yang ada di Mendana”. Penjelasanku itu tidak dapat diterima semua pihak dengan alasan dan pertimbangan bahwa, kalau akan menggunakan kata Remaja Mendana, bagaimana dengan bukan Remaja, misalnya yang anak-anak atau yang sudah dewasa, padahal mereka juga butuh pendidikan, ungkap beberapa teman dan tokoh masyarakat. Alasan itu masuk akal dan tidak aku bantah, juga teman-teman yang lain yang sering aku ajak rembuk dan diskusi sebelumnya juga sepakat untuk tidak menggunakan Remaja Mendana.
Adalagi pertanyaan, kenapa tidak menggunakan kata Rakyat Mendana saja ? supaya umum, katanya. Aku sedikit menjelaskan bahwa kalau akan menggunakan kata Rakyat Mendana, terlalu umum, nanti kalau orang luar yang kita tidak tahu asal usulnya tinggal di Mendana, bagaimana, bisa ndak kita pertanggung jawabkan? Aku balik bertanya, dan terhadap pertanyaanku ini tidak ada yang bisa menjelaskan.

Setelah melalui diskusi yang agak panjang akhirnya kita semua sepakat untuk menggunakan kata “putRA MENDana” dengan sedikit penjelasan bahwa dengan menyebut kata Putra, sudah merupakan kebiasaan bagi mmasyarakat banyak bahwa dengan kata Putra, sudah inklusip, apakah ia laki-laki atau perempuan. Jadi dengan kata Putra Mendana, berarti yang laki-laki dan perempuan. Yang berasal dari keluarga Mendana.
Belum selesai sampai disitu, muncul pula pertanyaan dan atau berupa saran dari beberapa teman dan tokoh masyarakat, bagaimana dengan keluarga yang tidak tinggal di Mendana, misalnya yang di Senyiur, Dasan Baru, Kecerit dan di kampung lainnya, padahal mereka juga merupakan keluarga dekat dengan kita yang ada di Mendana ini? Kenapa mereka tidak diikutkan? Ungkap mereka.
Akupun baru ingat tentang hal ini, dan aku meminta tanggapan, saran dan masukan dari teman-teman yang lainnya, dan mereka semua pada prinsipnya berpendapat sama, artinya keluarga-keluarga yang tinggal di luar Mendana harus diikut sertakan dalam organisasi tersebut. Agar tidak lagi memperdebatkan hal ini, artinya jangan sampai dengan mengikut sertakan keluarga-keluarga yang tidak tinggal berumah di Mendana, lalu kita akan merubah nama dan singkatan yang sudah kita sepakati yakni “RAMEND” maka aku usulkan untuk menambah huruf “S” dibelakang kata ‘RAMEND” sehingga menjadi “RAMENDS” yang merupakan bentuk jamak dari Ramend.
Dengan “RAMENDS” berarti bahwa semua keluarga yang satu silsilah keturunan dengan keluarga Mendana seperti Senyiur, Dasan Baru, Kecerit, Lingkuk Lamun, Tambun, Tampeng, Penendem dan lain-lainnya sudah termasuk didalamnya.
Rupanya usulku itu masuk akal para musyawirin, dan akhirnya disepakatilah organisasi yang akan dibentuk itu diberi nama “RAMENDS” Dan dengan memanjatkan Puji Syukur kehadhirat Allah Yang Maha Kuasa dan Maha SegalanNya, maka kami bersama semua musyawirin meresmikan berdirinya organisasi “RAMENDS” yang untuk selanjutnya dikenal dengan sebutan “Rumpun Keluarga RAMENDS” pada malam itu juga yakni Hari Ahad (malam Senen) tanggal 12 Rabiul Awal 1398 H. bertepatan dengan hari Ahad tanggal 19 Februari 1978 M, pukul 20.00 Wita.
Setelah RAMENDS terbentuk (berdiri) dan ketika aku membuka dan membaca beberapa buku yang berkaitan dengan masalah agama, salah satunya adalah buku berjudul “Rahasia Dibalik Tujuh Nama Hari” karangan “Syekh Abi Nasrun Muhammad bin Abdurrahman Al-Hamdany” dikatakan bahwa ternyata hari Ahad memiliki keistimewaan-keistimewaan, khususnya bagi Ummat Islam.
Dalam buku tersebut (pada Bab 2) dinyatakan :
“Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a ia berkata : Rasulullah pernah ditanya oleh sahabat tentang hari Ahad, maka beliau menjawab : “Hari Ahad adalah hari tanam dan meramaikan”. Para sahabat lalu bertanya : “Ya Rasulullah, bagaimana sampai hari Ahad itu disebut sebagai hari tanam dan meramaikan?”. Rasulullah menjawab : “:Karena pada hari itu Allah memulai menciptakan dunia dan meramaikan (isi)nya”.
Sebagian para ulama berkata : Sesungguhnya Dzat Yang Membuat dan Yang Menciptakan telah memberikan banyak anugerahNya dan pemberianNya mengenai kesempurnaan DztatNya. Allah telah menciptakan tujuh perkara pada makhlukNya, dan setiap satu dari tujuh perkara tadi Allah menciptakan tujuh perkara yang lain, diantaranya adalah :

1. Allah menciptakan Falak (tempat perjalanan binatang) berputar ;
2. Allah menciptakan bintang (atau planet) yang berjalan ;
3. Allah menciptakan neraka dan tingkatannya ;
4. Allah menciptakan bumi ;
5. Allah menciptakan lautan ;
6. Allah menciptakan anggota tubuh anak Adam ;
7. Allah menciptakan masa (atau zaman).

Kuasa Allah SWT atas Limpahan Rahmat dan petunjuknya yang telah diberikan kepada kami untuk mendirikan Rumpun Keluarga RAMENDS pada hari Ahad, hari yang penuh makna. Semoga RakhmatNya itu akan menjadikan RAMENDS sebuah organisasi yang memberikan kemaslahatan Ummat Manusia, hamba Ciptaan Allah.

Setalah kami sama-sama meresmikan pembentukan (pendirian) “RAMENDS” acara dilanjutkan dengan penyusunan kepengurusan. Untuk kepengrusan RAMENDS selengkapnya ,untuk masa bhakti pertama kali dibentuk pada saat itu, aku sendiri lupa-lupa ingat, tapi yang masih sedikit menjadi ingatanku adalah Pendiri, Pembina, Ketua dan Sekretaris dengan susunan sebagai berikut :

– Pendiri : MUSA SHOFIANDY.
S U P A R D I

– Pembina : 1. H. MAS’UD.
2. MUH. RAJIN (AMAQ RAEHANAH)
3. MUH. ALI FIHIRUDDIN.
4. K A R D I M

– Ketua : ABDUL HAMID.
– Sekretaris : ABDUL JABAR.

C. LAMBANG ( LOGO )

Untuk pertama kalinya, Lambang atau Logo Rumpun Keluarga RAMENDS adalah sebagai berikut :

MAKNA LAMBANG :

D. AKTIFITAS KEGIATAN.

Setelah peresmian terbentuknya “Rumpun Keluarga RAMENDS” kami, terutama para pengurus kembali disibukkan dengan aktifitas kegiatan lainnya ditempat yang saling berjauhan. Saya sendiri kembali disubukkan dengan aktifitas kegiatan di kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat Mataram, adik Supardi dan M.Ali Fihiruddin juga disibukkan dengan penyelesaian kuliahnya di IAIN Mataram, juga adik Abdul Jabar selaku Sekretaris yang melanjutkan sekolah (SLTA) nya di Mataram, sementara pengurus lainnya juga demikian. Akibat dari keadaan ini, Rumpun Keluarga RAMENDS tidak dapat melakukan program kegiatan secara aktif dan berkesinambungan.
Namun, dibalik itu nama RAMENDS terus disosialisasikan dikalangan keluarga dan masyarakat, sehingga nama RAMENDS sampai sekarang tetap dikenal dan dikenang oleh
masyarakat Mendana dan sekitarnya, bahkan masyarakat luas., bahkan adik-adik dan anak-anak kami yang masih mengenyam pendidikan Sekolah Dasar pun saat ini mengenal RAMENDS walaupun secara detiel belum mengenal apa dan bagaimana sebenarnya RAMENDS dan apa maksud dan tujuan pembentukannya. RAMENDS memang mengalami pasang surut, baik keaktifan pengurusnya maupun dalam melaksanakan programnya.
Pada tahun 2004 lalu, Rumpun Keluarga RAMENDS telah berupaya aktif, dengan menyusun kepengurusan baru, dan terpilih sebagai Pengurus inti yakni :
K e t u a : TEDDY PRAKASA SHOFIAN, SH.
Sekretaris : TRIA SUMARENDA RIANA, A.Md.
Bendahara : MARNI RIANINGSIH, A.Md.
( Dilengkapi dengan beberapa pengurus lainnya )
Kepengrusan ini sempat melakukan beberapa kegiatan, antara lain melakukan pertemuan rutin setiap bulannya, dan sekaligus mengadakan arisan dalam pertemuan itu, Namun kegiatan ini hanya sempat berjalan selama kurang lebih dua tahun yakni sampai dengan tahun 2005.
Kami sangat bersyukur dengan keadaan ini, untuk itu setelah kurang lebih 30 tahun terbentuknya RAMENDS saat ini (2008) , dan dengan telah semakin maju dan berkembangnya pendidikan dikalangan keluarga RAMENDS, dimana sudah banyak yang menyandang gelar Sarjana di berbagai bidang ilmu, masih banyak pula yang sedang mengikuti pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi, sudah banyak yang berstatus Pegawai Negeri dan tersebar di berbagai tempat, maka untuk menumbuh kembangkan lagi rasa kekeluargaan dan persaudaraan, serta untuk menghindari berkurang dan lenyapnya ikatan tali persaudaraan anta sesama keluarga

RAMENDS, kami dan saya pribadi sangat berharap kepada adik-adik dan anak-anak kami Generasi Muda RAMENDS untuk membangkitkan kembali semangat RAMENDS sesuai azas dan tujuan terbentuknya pada 12 Rabiul Awal 1398 H. Dan kepada generasi kami yang sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, baik sebagai pegawai negeri maupun swasta, kami sangat berharap untuk dapat memberikan sumbangsihnya kepada adik-adik dan anak-anak Rumpun Keluarga RAMENDS sehingga masyarakat dan daerah kita dapat setara dengan masyarakat dan daerah lain yang sudah maju di berbagai segi kehidupan.
Sekali lagi melalui kesempatan ini, saya berharap kepada adik-adik dan anak-anak kami Keluarga Besar RAMENDS untuk mengaktifkan kembali keberadaan RAMENDS baik kepengrusannya maupun program kegiatan yang dilakukan, karena masih terlalu banyak hal yang harus kita perbuat untuk kemajuan masyarakat dan daerah kelahiran kita tercinta.
Semoga Allah Subhanahu Wata’ala Selalu Memberkahi Kita Semua……..Amien………

Mataram, 04 Desember 2008.
Pendiri,

DR.Drs. H.MUSA SHOFIANDY,SH.MM.

Alamat Rumah :
1. Jln. Adi Sucipto. No. 12. Pelembak 2. Jln.Panji Anom II No. 10. Kekalik Indah
Ampenan, Kota Mataram – NTB. Ampenan, Kota Mataram – NTB.
Telp. (0370) 631 857. Telp. (0370) 648 597.
HP. 0818 0379 1956, 0813 3993 1956 ; FLEXI : 0370 660 1956.
E-mail : emsho_ramends@yahoo.co.id
Webside : http://www.ramendsho.wordpress.com
http://www.ramendsho.blogspot.com

2 Tanggapan

  1. Salam kenal miq Musa

  2. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Matur tampiasih sanak Opik atas kunjungan plggh ke Blog tg, mudah2an melalui kom.kita ini akan membawa pengaruh positif untuk kemajuan Bangse Sasak yg sama-sama kita cintai ini…
    Ngomong2 plg dimana sekarng ? semoga slalu dalam lindungan Allah Yang Maha Kuasa dan diberkahi kebajikan dalam hidup.
    Salam buat klg serta semeton2 yang lain…
    Bangkitlah Sasakku…………………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: